Senin, 02 Maret 2009

Membangun Pilar Ketokohan Generasi Muda yang Berpengaruh

Oleh : Sunaryo Saripudin, S.Pd.

Membangun sebuah peradaban akan lebih efektif jika terlebih dahulu membangun karakter para pemudanya terlebih dahulu. Persis seperti apa yang dilakukan 14 abad yang lalu oleh Rasulullah SAW. Beliau merekrut kaum muda dan membangun karakter mereka dengan karakter berani, tangguh, soleh (berakhlak mulia dan bertauhid kokoh). Maka tidak heran penyebaran dan peradaban Islam begitu cepat merebak ke seantero jagat hanya dengan hitungan tidak lebih dari 23 tahun. Sebuah prestasi gemilang tiada tanding.

Sejarah mencatat begitu banyak para pemuda yang bahkan usianya belasan tahun mampu menaklukan benua. Mampu dengan gagahnya memimpin peperangan dengan hasil kemenangan yang gemilang tanpa gentar dan takut sama sekali. Ini semua tiada lain hasil dari binaan Rasulullah SAW. Sebuah metode dan pola pembinaan yang patut dijadikan rujukan dan acuan oleh siapapun diseluruh dunia. Mereka betul - betul menjadi Agen pembaharu tiada tanding yang cakupan pengaruh wilayahnya bukan hanya lokal melainkan global.

Mengapa para pemuda menjadi target binaan Rasulullah SAW? Jika ditelaah ternyata jawabannya bisa ditemukan bahwa para pemuda lebih mudah menerima kebenaran dan gemblengan dari Rasulullah SAW dibanding kaum tua. Bahkan Kebanyakan dari kaum tua justru malah menjadi penentang kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah.

Saat ini generasi muda justru dalam kondisi pergaulan yang sangat mengkhawatirkan. Narkoba, seks bebas, hura-hura, aborsi, geng motor, hamil diluar nikah (hamil pra nikah) dan sebagainya tengah melanda kaum muda saat ini. Sungguh tragis memang. Tapi apa mau dikata, semua sudah terjadi hanya saja kita sebagai generasi Muda Islam tentu tidak boleh berpangku tangan. Sumbangan tenaga, pikiran, waktu, materi, atau apapun dan dalam kuantitas sekecil apapun adalah lebih bermanfaat daripada tidak sama sekali apalagi sentimen.

Kiranya dalam membangun generasi muda ada dua pilar yang perlu dipokuskan :
Pertama Ketokohan Pemuda. Kedua, Ketokohan Komunitas Kaum Muda. Ketokohan kaum muda masksudnya adalah diri pribadi (individu) pemuda itu sendiri. Diharapkan ia jadi tokoh centra perubahan. Tentu dalah hal ini ada beberapa kriteria karakter yang harus dimiliki antara lain, beraklak mulia, tauhid yang kokoh, berani, mampu memimpin.
Ketokohan Komunitas Kaum Muda maksudnya adalah kumpulan atau beberapa kaum muda yang mendukung sang tokoh muda tadi. Tentu komunitas kaum muda ini pun perlu memiliki karakter sebagaimana karakter mulia di atas. Ada pemimpin ada yang dipimpin. Pemimpin mampu memimpin dan yang dipimpin mampu dan siap dipimpin. Jadi disini ada proses pengorganisasian langkah atau gerakan. Salah satu karakter penting yang harus dimiliki oleh setiap pribadi kaum muda ini yaitu siap memimpin dan siap dipimpin. Sehingga setiap program dan langkah senantiasa terorganisir secara solid.

Sebuah pepatah mengatakan " kebaikan yang tidak terorganisir, dapat dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir".

Semoga bermanfaat.

Kami Senang jika sahabat memberikan tanggapan!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami Senang Jika Anda Meninggalkan Komentar,Pendapat,Kritik & saran. Silahkan!!